Yogyakarta – Memasuki lingkungan kerja baru, kita dituntut untuk melakukan proses pengenalan dan penyesuaian yang matang. Oleh karena itu, Global Islamic School 3 Yogyakarta (GIS 3 Jogja) menyelenggarakan Induction Training untuk para guru dan karyawan baru yang mulai memasuki kehidupan di lingkungan baru.
Kegiatan tersebut sukses dilaksanakan pada Jumat–Sabtu, 23–24 Januari 2024 di Aula Playgroup-Kindergarten (PG-K) GIS 3 Jogja. Sebanyak 29 peserta memenuhi aula tersebut, bersiap mengenal GIS 3 Jogja lebih dalam lagi.
Ruang Pengenalan, Ruang Pembekalan
Hari Jumat, pukul 13.00 WIB, Induction Training dibuka dengan alunan tilawah, bear witness, dan nyanyian Indonesia Raya serta Mars GIS. Pembukaan berlangsung dengan khidmat, peserta tampak serius mengikuti rangkaian kegiatan permulaan ini.

Acara berlanjut dengan pemberian sambutan dan pemaparan sejarah, visi dan misi, serta struktur organisasi GIS oleh Ms. Aini Husna, M.Pd., selaku direktur GIS 3 Jogja. Sesi ini membantu para peserta mengenal GIS 3 Jogja sedari awal.
Ms. Dea, kepala sekolah JHS GIS 3 Jogja, hadir sebagai pengisi sesi berikutnya dengan membahas materi Core Value GIS. Di akhir sesi, ada permainan interaktif yang mengajak sekaligus menguji pemahaman peserta atas materi yang telah disampaikan.
Core Values GIS sendiri adalah nilai inti bersumber dari sifat Rasulullah saw. sebagai landasan pembentukan jati diri peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan di GIS 3 Jogja. Nilai tersebut meliputi Competence (Fathanah), Integrity (Shiddiq), Compassionate (Marhamah), Responsible (Amanah), dan Assertive (Tabligh).

Sesi berikutnya dibuka oleh Ms. Rara, dari bagian Litbang, dengan mengajak peserta menggerakkan badan mengikuti irama musik yang sudah disiapkan. Suasana menjadi semakin hidup, semangat para peserta kembali terasa penuh. Setelah ice breaking, Ms. Rara melanjutkan sesi dengan presentasi tentang 8 Standar Nasional Pendidikan.
Presentasi terakhir hari itu datang dari kepala bagian PSDM, Mr. Jati, yang menjelaskan tentang salah satu materi paling krusial, yaitu ketenagakerjaan. Materi ini mencakup alur koordinasi, penilaian kinerja, status karyawan, dan sistem penggajian.
Sebelum memulai presentasi, Mr. Jati mengajak ke-29 peserta mengikuti sesi ice breaking yang dirancang untuk menguji kekompakan dan konsentrasi mereka. Peserta dibagi menjadi enam kelompok secara acak sehingga mereka dapat kian dekat dengan satu sama lain.

Di hari kedua, kegiatan dimulai lebih awal, yaitu pukul 08.00 WIB, dan lebih ditujukan untuk para guru dan TU. Mereka dibekali dengan berbagai materi yang berhubungan dengan siswa, seperti 4 kompetensi guru, handling siswa dan complain, serta manajemen kelas.
Dinamika Induction Training: Antara Materi dan Tawa
Meski berlangsung dalam waktu yang cukup lama, kegiatan Induction Training tetap terasa menyenangkan. Ice breaking dan kelakar dari pemateri menjadi jeda yang menyegarkan, menjaga suasana tetap ceria dan semangat.
Setiap pemateri bisa menjadikan suasana lebih hidup dan interaktif. Pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan, mendorong peserta untuk berbicara menyatakan pendapat dan jawabannya. Sebagai bentuk apresiasi, snack dibagikan kepada mereka yang aktif.

Selain itu, peserta juga diberi kesempatan mengajukan berbagai pertanyaan yang muncul di kepala. Melalui sesi tanya-jawab, diskusi pun terbangun dua arah. Seluruh tanda tanya peserta lenyap sehingga pemahaman terhadap materi menjadi kian mendalam.
Meneguhkan Peran, Menyatukan Nilai
Kegiatan ini membantu guru dan karyawan baru beradaptasi pada tugas, interaksi dengan lingkungan kerja, dan budaya di institusi pendidikan. Dengan adanya kegiatan ini, peserta memperoleh gambaran yang lebih jelas tentang peran, tanggung jawab, dan nilai yang menjadi landasan dalam menjalankan tugas di GIS 3 Jogja.
Induction Training diadakan dalam rangka membentuk pribadi guru serta karyawan yang sesuai dengan institusi. Dengan demikian, GIS 3 Jogja bisa memberi landasan bagi terciptanya lingkungan yang positif dan mendukung optimalisasi potensi siswa. []

Ditulis oleh: Tim Humas GIS 3 Jogja

