Yogyakarta – Senin, 17 Agustus 2026, lapangan paving Global Islamic School 3 Yogyakarta (GIS 3 Jogja) terlihat semarak. Anak-anak dengan baju putih biru dan pendidik serta tenaga kependidikan (tendik) dengan baju nuansa merah berkumpul, siap melaksanakan upacara bendera dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-81.
Pukul 07.30 WIB, seluruh peserta dan petugas upacara telah menempatkan diri dan upacara resmi dimulai. Langit abu-abu yang menaungi upacara hari itu tidak menyurutkan semangat para peserta.
Anak-Anak dan Masa Depan Indonesia dalam Amanat Pembina Upacara
Upacara berlangsung dengan khidmat. Seluruh peserta mengenakan atribut lengkap dan mengikuti jalannya upacara dengan tertib dan rapi. Ms. Aini Husna, M.Pd., selaku Direktur GIS 3 Jogja, pun memberi apresiasi atas kedisiplinan hari ini.

Sebagai pembina upacara, Ms. Aini menyampaikan amanat penuh makna yang mengaitkan tema HUT RI tahun ini—Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur—dengan dunia pendidikan. Suasana menjadi lebih hening, semua peserta menyimak amanat dari Ms. Aini dengan saksama.
Dalam konteks pendidikan, Indonesia Berdaulat diartikan sebagai kebebasan bagi anak untuk menentukan minatnya sendiri. Adil artinya setiap anak harus berbuat baik dan jujur terhadap sesama. Sementara Makmur, berarti anak berhak didukung untuk meraih kesuksesan dan kesejahteraan di masa mendatang.
Seruan “Merdeka!” mengakhiri sesi amanat pada upacara hari itu. Acara kemudian berlanjut dengan menyanyikan lagu-lagu nasional dan pembacaan doa yang membuat tiap peserta tenggelam dalam kekhusukannya masing-masing.

Lomba-Lomba 17-an: Bersenang-senang Memupuk Kebersamaan
Berbagai perlombaan yang diikuti oleh seluruh pendidik dan tendik dilaksanakan setelah upacara. Mereka dibagi ke dalam 18 kelompok secara acak. Jadi, para pendidik dan tendik bisa saling mengenal teman-teman lintas unit dan bagian.
Acara perlombaan diawali dengan pembuatan dan presentasi yel-yel dari setiap kelompok. Dari sini, kreativitas dan kekompakan mereka sudah mulai dinilai. Nantinya, kelompok dengan yel-yel terbaik akan memperoleh penghargaan di akhir rangkaian acara.
Selesai dengan yel-yel yang unik dan menghibur dari tiap-tiap kelompok, kegiatan berlanjut ke perlombaan. Lapangan paving telah dibagi menjadi empat arena yang siap menjadi lokasi tempur ke-18 kelompok.

Lomba pertama, yaitu makan kerupuk, sebuah kompetisi yang seolah menjadi ciri khas dari lomba 17-an. Setiap anggota kelompok diberi lidi yang telah dipasangi tali. Kerupuk kemudian diikat pada tali dan harus diarahkan ke anggota di sebelahnya. Lomba ini mengasah kemampuan kelompok dalam mengatur strategi.
Lomba berikutnya ialah ikan kipas. Ikan-ikan kertas disebar di dalam arena lomba, sedangkan peserta dibekali dengan kardus untuk memasukkan ikan itu ke dalam nampan yang terletak di ujung utara dan selatan arena. Kelompok yang berhasil memasukkan ikan paling banyak akan menjadi pemenangnya.
Permainan air dalam lomba lempar jumrah membuat lomba berakhir dengan seru. Di sini, satu anggota bertugas membawa lilin, sementara yang lain harus melindunginya sekaligus menyerang lilin lawan dengan plastik berisi air. Pemenangnya adalah kelompok yang cepat mencapai finish dan berhasil mempertahankan nyala lilin sampai akhir.

Bingkisan hadiah dibagikan kepada kelompok-kelompok yang sukses meraih juara 1, 2, dan 3 dari setiap perlombaan. Selain itu, ada 18 kategori hadiah yang dianugerahkan kepada kelompok peraih kategori, seperti Kelompok Singasari yang memperoleh penghargaan sebagai Kelompok Tercerdas.
Namun, keseruan belum berakhir di sini. Kuis tebak lagu dan sambung lirik kembali meningkatkan semangat para peserta. Mereka berlomba-lomba mengangkat tangan dan menjawab pertanyaan secara tepat.
Bersamaan dengan lagu terakhir yang diputar, kebersamaan dalam rangkaian kegiatan Peringatan HUT RI ke-81 pun usai sudah. Dengan bingkisan-bingkisan kecil di tangan, mereka melangkah pulang, kembali ke rumah, membawa memori kebersamaan hari ini.

Merayakan Kemerdekaan, Mempererat Persatuan
Lomba-lomba yang diselenggarakan bukan hanya sarana untuk bersenang-senang dan melepas penat di tengah pekerjaan. Ada makna kemerdekaan yang diwujudkan melalui nilai-nilai gotong royong, kebersamaan, dan persatuan.
Rangkaian kegiatan ini, mulai dari upacara sampai perlombaan, mengajak para pendidik dan tendik untuk saling mengenal agar timbul perasaan kehangatan dan kerukunan sebagai bagian dari GIS 3 Jogja. []
Ditulis oleh: Tim Humas GIS 3 Jogja

