Yogyakarta – Perkembangan teknologi masa kini telah menyentuh berbagai lini kehidupan manusia, tak terkecuali pendidikan. Hasilnya, guru jadi harus bisa beradaptasi dengan berbagai kecanggihan teknologi tersebut.
Pada hari Jumat, 28 Agustus 2026, Global Islamic School 3 Yogyakarta (GIS 3 Jogja) membekali 24 orang guru dengan kemampuan mengoperasikan Kecerdasan Digital atau Artificial Intelligence (AI) untuk menunjang kegiatan pembelajaran.
Sekitar pukul 14.30, ke-24 guru yang menjadi peserta pelatihan telah memasuki ruang ICT Primary. Didampingi Pak Ridwan Abdullah, mereka bersama-sama belajar tentang “Mengenal AI/Kecerdasan Artifisial dan Manfaatnya sebagai Media Pembelajaran Inovatif”.

Pak Ridwan memulai presentasinya dengan penjelasan seputar contoh tools AI dan manfaatnya dalam dunia pendidikan. Menurut beliau, AI tidak bisa menggantikan peran dan posisi guru, tetapi bisa digunakan sebagai media pendukung deep learning.
Ice breaking yang menyenangkan menjadi jembatan antara sesi presentasi dan praktik, membuat kebingungan di kepala sedikit terurai. Setiap peserta melakukan ice breaking secara berpasangan, tangan mereka harus bergerak mengikuti instruksi yang diserukan. Selain melatih fokus, sesi ini juga menciptakan momen kebersamaan antarpeserta.
Sesi Praktik: Berkelana Menyusuri Fitur-Fitur AI
Memasuki sesi praktik, para peserta tampak serius menatap layar komputernya masing-masing. Tangan mereka lincah menggerakkan tetikus, mengikuti setiap tahapan eksplorasi fitur “tersembunyi” AI yang dijelaskan oleh Pak Ridwan.

Praktik pertama, yaitu membuat story book dengan Gemini. Di sini, mereka menuangkan skenario di pikirannya ke dalam prompt yang akan mengendalikan AI itu. Story book pun tercipta tak lama setelah prompt itu dikirim, membuat mereka terkesan dengan kehebatan teknologi di hadapannya.
Penjelajahan berlanjut ke fitur Canva Code yang tersedia dalam Canva AI. Dengan penuh kesabaran, Pak Ridwan mengajari para peserta untuk membuat media pembelajaran yang kreatif, menarik, dan interaktif dalam sekejap.
Sesi praktik ini berlangsung secara interaktif. Peserta tampak aktif menanyakan setiap kesulitan dan kendala yang terjadi. Dengan metode ini, suasana pelatihan jadi terasa lebih santai, tanpa kesan menegangkan maupun sulit.

Menjadi Guru yang Terus Bertumbuh
Keseruan terakhir terasa saat para peserta bermain game melalui AI Kahoot!, sebuah platform pembelajaran berbasis permainan. Setiap peserta bergabung melalui kode game yang diberikan oleh Pak Ridwan. Keceriaan terasa sejak awal ketika mereka menggunakan nickname yang unik dalam game.
Game ini menguji pemahaman peserta terhadap AI dan materi yang telah disampaikan. Riuh suara tepuk tangan dan seruan terdengar saat perolehan poin peserta muncul setiap soal selesai dijawab. Melalui game ini, para peserta dapat belajar dengan cara yang asyik dan seru sehingga pembelajaran terasa lebih berkesan.
Penyelenggaraan pelatihan AI ini menjadi cara yang ditempuh GIS 3 Jogja untuk menjawab tantangan perkembangan zaman. Guru yang adaptif dan inovatif akan menciptakan lingkungan belajar yang progresif dan anak-anak yang siap menghadapi dunia di masa depan. []
Ditulis oleh: Tim Humas GIS 3 Jogja

