Yogyakarta – Pada hari Jumat, 4 September 2026, pimpinan Primary Global Islamic School 3 Yogyakarta (GIS 3 Jogja) menyambut kehadiran guru-guru dari LPI At-Taqwa Surabaya yang akan menyelenggarakan kegiatan studi tiru.
Studi tiru merupakan proses belajar ke institusi lain. Tujuannya, untuk meningkatkan kualitas dan mengevaluasi sistem yang berjalan di institusi sendiri. Selain itu, studi tiru juga menjadi suatu langkah untuk memperluas jejaring kerja sama jangka panjang.
Sekitar pukul 13.30 WIB, kursi-kursi yang telah ditata rapi di Multipurpose Hall JHS satu per satu mulai terisi. Lima orang pimpinan Primary dan seorang Koordinator Humas—sebagai pembawa acara—pun menempati meja yang disusun di depan ruangan, siap memaparkan profil GIS 3 Jogja di hadapan para tamu.

Berbagi Perspektif, Memperkaya Wawasan
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari masing-masing pimpinan sekolah. Dalam sambutannya, Ms. Aini Husna, M.Pd., Direktur GIS 3 Jogja, menyampaikan bahwa sekolah harus terus belajar dan mengembangkan diri. Maka dari itu, studi tiru ini menjadi satu kesempatan yang baik untuk saling belajar antarsekolah.
Berikutnya, giliran Bapak Nurussalam, S.Ag., M.Pd., selaku wakil direktur LPI At-Taqwa, yang memberikan sambutan. Beliau terlebih dulu memperkenalkan guru dan karyawan yang turut hadir siang itu, kemudian menjelaskan secara singkat sistem pendidikan di sekolahnya.
Sesi presentasi dilaksanakan supaya setiap sekolah bisa dipahami lebih mendalam. GIS 3 Jogja memaparkan kurikulum kekhasannya (4 Pilar Pendidikan), berbagai program unggulan, ekskul, sampai kebiasaan harian yang ditanamkan di sekolah. Setiap program disertai dengan eksplanasi ringkas sehingga memberi gambaran yang lebih jelas.

Sementara itu, LPI At-Taqwa banyak berbicara tentang Visi Semesta Education System, sistem pendidikan yang mengintegrasikan paradigma spiritual Islam dengan pelajar berwawasan global. Sistem ini menekankan empat aspek pendidikan: beriman, beradab, berilmu, dan beramal.
Tanya Jawab dan School Tour: Cara Memahami Lebih Dalam
Sesi tanya jawab dihadirkan di setiap akhir presentasi. Beberapa tangan teracung tinggi, bersiap melontarkan pertanyaan yang muncul di kepalanya. Sesi ini memberi kesempatan kepada para hadirin untuk menggali dan memperoleh informasi lebih lanjut terkait sekolah lain.
Pertanyaan-pertanyaan, seperti ciri khas pembelajaran, cara memperoleh full support dari orang tua, sampai cara mengelola belasan ekstrakurikuler, menandakan bahwa kedua sekolah ini memiliki keinginan untuk belajar dari satu sama lain.

Di penghujung kegiatan, GIS 3 Jogja dan LPI At-Taqwa saling bertukar kenang-kenangan, menciptakan suasana hangat sekaligus mempererat hubungan antarsekolah. Sebagai penutup, tim LPI At-Taqwa melakukan school tour, mengintip ruang-ruang belajar di GIS 3 Jogja.
Refleksi dan Semangat untuk Bertumbuh
Studi tiru memberi ruang bagi sekolah untuk terus berkembang. Kegiatan ini membuka wawasan baru tentang bagaimana sekolah lain mengelola program dan membangun ekosistem belajar yang mendukung siswa.
Meski memiliki karakteristik yang berbeda, GIS 3 Jogja dan LPI At-Taqwa memiliki semangat yang sama dalam menciptakan pendidikan yang bukan hanya mengoptimalkan potensi akademik anak, tetapi juga nilai-nilai keislaman.

“Kami bangga punya saudara yang bisa mengembangkan sekolah sebagus ini,” tutur Bapak Nurussalam. Harapannya, kata-kata tersebut dapat menjadi pemicu bagi kita untuk tidak lelah membawa GIS ke arah yang lebih baik lagi. []
Ditulis oleh: Tim Humas GIS 3 Jogja

