Yogyakarta – Momen bulan suci Ramadan dimanfaatkan parents siswa Global Islamic School 3 Yogyakarta (GIS 3 Jogja) untuk berbagi kepada sesama. Selasa, 9 Maret 2026, mereka mengadakan bakti sosial (baksos) di unit masing-masing.
JHS memulai paling awal, yaitu pada pukul 08.00–09.00 WIB. Dilanjutkan dengan PG-K yang menyelenggarakan baksos pukul 09.00–10.00 WIB. Terakhir, pukul 10.00–11.00 WIB, giliran Primary yang mengadakan baksos di basemen sekolah.
Jejak Kepedulian dari Sekolah: Ketika Baksos Menjadi Ruang Berbagi
Baksos merupakan agenda rutin tahunan yang diinisiasi oleh parents. Mereka lah yang akan berperan aktif di sini, mulai dari mengumpulkan dana, membeli sembako, mengepak barang, sampai melayani pendistribusian baksos di sekolah.

Seluruh parents dari setiap unit ikut berpartisipasi dalam pengumpulan dana. Nantinya, ada seorang korlas yang bertugas mengoordinasikan jalannya pembagian baksos agar pendistribusian berlangsung lancar tanpa hambatan.
Meski baksos diinisiasi dan dijalankan oleh parents, bukan berarti sekolah bersikap pasif. Sekolah, yang diwakili oleh Bagian Humas, tetap memegang kendali untuk menetapkan ketentuan sembako (misalnya harga maksimal isian setiap boks), kapan baksos didistribusikan, dan siapa saja penerima manfaat baksos.
Sasaran prioritas baksos adalah perangkat desa, pendidik dan tenaga kependidikan, warga sekitar GIS yang dhuafa, fakir miskin, yatim dan/atau piatu. Setelah seluruh warga yang dianggap memerlukan terjangkau, baksos akan diberikan kepada panti asuhan anak di sekitar Maguwoharjo sebagai area terdekat dari GIS.

Namun, tak jarang juga, GIS membagikan baksos kepada pihak lain di luar Maguwoharjo. Tahun ini, misalnya, parents berbagi dengan Panti Asuhan Al-Afiyah di Berbah, Sleman dan Omah Ngaji di Baturetno, Bantul.
Untuk menentukan warga dan lembaga yang membutuhkan, terlebih dulu dilakukan pendataan oleh sekolah. Setelah itu, kupon dibuat dan diserahkan kepada perangkat desa untuk dibagikan kepada warga yang sudah didata.
Ketika hari yang ditentukan tiba, warga, perangkat desa, dan civitas academica datang ke sekolah membawa kupon yang telah dibagikan. Sesampainya di sekolah, kupon diserahkan kepada parents yang bertugas. Nomor kupon dicek, kemudian kotak yang mencantumkan nomor yang sama akan dicentang sebagai tanda pemilik kupon sudah memperoleh baksos.

Sementara itu, baksos untuk panti asuhan diserahkan langsung. Perwakilan Humas GIS 3 Jogja akan datang langsung ke panti untuk menyerahkan santunan itu. Jadi, di sini GIS bukan hanya menyerahkan baksos, tetapi juga menjalin relasi dengan pihak eksternal.
Selain dari Humas, JHS turut mengirim perwakilan siswanya ke panti asuhan untuk ikut menyerahkan paket baksos. Dari sini, siswa diharapkan bisa merasakan dan memahami secara langsung dan lebih mendalam makna berbagi yang sebenarnya.
Belajar Berbagi, Menjalin Kepedulian
Kegiatan baksos merupakan wujud tanggung jawab dan kepedulian sosial sekolah terhadap warga sekitar. Keberadaan sekolah di lingkungan masyarakat tentu tidak lepas dari interaksi dengan warga lokal. Maka dari itu, sekolah perlu memelihara hubungan antara kedua belah pihak.

Lewat baksos pula, kita sama-sama belajar tentang arti berbagi sekaligus menanamkan rasa kepedulian kepada sesama. Siswa-siswi yang melihat orang tuanya menginisiasi kegiatan berbagi diharapkan bisa meniru tindakan tersebut di kemudian hari.
GIS 3 Jogja, sebagai bagian dari masyarakat, memegang kuat komitmen untuk turut memberi manfaat kepada warga sekitar pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Harapannya, baksos yang didistribusikan dapat berfaedah dan memperkuat jalinan relasi GIS dengan berbagai pihak. []
Ditulis oleh: Tim Humas GIS 3 Jogja

