Yogyakarta – Raden Ajeng Kartini adalah salah satu pahlawan nasional Indonesia yang memiliki jasa besar bagi kaum perempuan. Oleh karena jasanya tersebut, hari kelahirannya selalu diperingati oleh siswa-siswi di Indonesia.
Global Islamic School 3 Yogyakarta (GIS 3 Jogja) tak mau ketinggalan. Ketiga unit menggelar upacara peringatan Hari Kartini pada Senin, 20 April 2026. Primary dan JHS melaksanakannya di lapangan basket pada pukul 07.30–08.10 WIB. Sementara itu, upacara di Playgroup-Kindergarten (PG-K) berlangsung di depan lobi pada pukul 08.00 WIB.
Gema Emansipasi di GIS 3 Jogja
Cahaya matahari pagi hari itu tidak menyurutkan semangat siswa untuk upacara. Mereka menyusuri lorong, berjalan menuju lokasi upacara masing-masing. Sesampainya di lokasi, mereka menempatkan diri di belakang papan yang bertuliskan nama kelas mereka.

Upacara dimulai tepat waktu. Riuh yang tadi memenuhi lapangan perlahan mereda, berganti suasana hening. Siswa berdiri tegap, pandangan lurus ke depan, menanti pemimpin dan pembina upacara mengambil tempat.
Ada yang istimewa dari upacara hari itu: seluruh petugas upacaranya adalah siswa perempuan. Di lapangan, mereka berdiri gagah dalam balutan seragam putih, ditambah peci upacara berwarna hitam yang menambah kesan berwibawa.
Upacara berjalan dengan lancar sampai tiba waktunya sesi amanat dari pembina upacara. Ms. Dhella, wakil kepala sekolah Primary, telah berdiri di podium di lapangan basket, siap memberi pesan untuk siswa-siswi yang berdiri di hadapannya.

Untaian kata terima kasih dan selamat untuk tim inti pramuka yang berperan menjadi petugas upacara pagi ini menjadi hal yang pertama kali diucapkan Ms. Dhella. Gemuruh suara tepuk tangan pun terdengar di seluruh sudut lapangan, turut memberi apresiasi kepada para petugas yang telah menjalankan tanggung jawabnya dengan optimal.
Pertanyaan reflektif dilontarkan setelahnya. “Ada yang beda enggak dari petugas upacara hari ini?” tanya Ms. Dhella. Dijelaskan kemudian bahwa seluruh petugas upacara adalah siswa perempuan, sebagai bentuk peringatan Hari Kartini yang jatuh pada Selasa, 21 April 2026.
Secara singkat, sosok Ibu Kartini diperkenalkan kepada para siswa. “Kartini itu pahlawan perempuan Indonesia yang sangat berperan dalam menuntut hak-hak perempuan,” jelas pembina upacara.

Memperdalam pemahaman siswa, eksplanasi ringkas seputar perjuangan Kartini tak lupa dijelaskan pula—tentang bagaimana perempuan pada awalnya tidak memiliki akses terhadap pendidikan karena tidak boleh sekolah, sebuah masa yang “gelap” untuk kaum perempuan kala itu.
Kartini, bagian dari kaum perempuan sekaligus sosok dengan semangat belajar yang tinggi, tentu tidak ingin masa “kegelapan” terjadi terus-menerus. Ia bermimpi, perempuan juga akan bisa mencapai impian dan cita-citanya.
Maka dari itu, serangkaian perjuangan pun dilakukan hingga Kartini tiba di jalan yang terang. Cita-citanya tercapai. Perempuan, sampai sekarang, telah memiliki kebebasan untuk menggapai pendidikan setinggi-tingginya. Perempuan telah bebas melihat luasnya dunia.

“Habis gelap terbitlah terang” menjadi semboyan yang paling dikenal apabila membicarakan Ibu Kartini yang telah begitu gigih memperjuangkan emansipasi wanita. Semangat itu menginspirasi perempuan untuk berani belajar dan berkarya.
Amanat hari itu ditutup dengan satu pesan penting bagi seluruh siswa. “Sebagai pelajar, mari teruskan semangat belajar kita. Raih impian yang tinggi dan jadilah generasi muda yang membanggakan,” tutur Ms. Dhella.
Menghidupkan Semangat Kartini: Refleksi Upacara Hari Kartini di GIS 3 Jogja
Emansipasi perempuan tidak tercapai dalam satu malam. Butuh waktu yang sangat panjang untuk membebaskan perempuan dari belenggu kegelapan. Oleh karena itu, sudah sepatutnya generasi muda memanfaatkan kebebasan yang dimiliki melalui hal-hal positif.

Memperingati Hari Kartini bukan saja tentang merayakan sosok di masa lalu, tetapi juga menghidupkan kembali semangat Kartini di masa kini. Harapannya, siswa GIS 3 Jogja tumbuh menjadi pribadi percaya diri yang berani berkarya dan memberi dampak positif. []
Ditulis oleh: Tim Humas GIS 3 Jogja

