Yogyakarta – Mengangkat tema “Discover, Connect, and Grow: Building Global Perspective”, Edutrip Primary–Junior High School (JHS) GIS 3 Jogja akan segera diselenggarakan. Sebelum keberangkatan, ke-21 siswa partisipan terlebih dulu mengikuti Leaving Ceremony.
Leaving Ceremony digelar pada Jumat, 10 April 2026 di hall masing-masing unit. Memulai lebih awal, pukul 13.30 WIB, Primary sudah membuka upacara itu dengan opening dan recitation of the Holy Qur’an. Di JHS, acara dilaksanakan 30 menit setelahnya, yaitu pukul 14.00 WIB.
Di Primary, Leaving Ceremony turut mengundang seluruh siswa grade 4 dan orang tua dari kelima partisipan Edutrip. Sementara itu, JHS menghadirkan siswa dari grade 7 sampai 9. Tak lupa, orang tua para partisipan Edutrip turut diundang di JHS.

Acara seremoni di masing-masing unit dibawakan oleh dua orang siswa yang berperan sebagai Master of Ceremony (MC). Menggunakan bahasa Inggris, para MC tampak begitu piawai memandu jalannya kegiatan seremonial siang itu.
Awal Cerita dari Hall Primary
Siswa-siswi grade 4 tampak sudah berbaris mengular di depan hall Primary, menunggu giliran untuk menandatangani daftar hadir yang sudah disediakan. Di samping barisan mereka, berdiri wali kelas yang selalu mendampingi.
Sembari menunggu gilirannya tiba, tidak sedikit dari mereka yang berceloteh dan menyuarakan isi kepala dengan melontarkan pertanyaan, seperti, “Kakak-kakak kelas 5 mau ke Malaysia atau Singapura?”

Bukan hanya siswa-siswi grade 4, Leaving Ceremony turut mengundang orang tua dari kelima siswa yang akan berangkat. Senyum cerah para orang tua tampak di sepanjang acara, menandakan adanya perasaan bangga dalam hati mereka.
Recitation of the Holy Qur’an membuka rangkaian acara di hall Primary siang itu, dilanjutkan dengan bare witness yang kemudian diikuti oleh seluruh hadirin. Semangat dan antusiasme siswa memuncak ketika menyanyikan “Indonesia Raya” dan “Mars GIS”.
Selesai menyanyikan lagu-lagu tersebut, panggung di hall menjadi milik Ms. Aini Husna, kepala sekolah Primary GIS 3 Jogja. Beliau menyampaikan tentang pentingnya Edutrip sebagai media pembelajaran bagi para siswa.

Ms. Aini juga berpesan agar orang tua terus mengirim doa untuk keselamatan anak-anaknya. Tidak lupa, Ms. Aini mengingatkan Ms. Naafi, selaku guru pendamping, untuk selalu menjaga siswa dan memberi laporan rutin ke grup orang tua.
Terakhir, Ms. Aini menekankan pentingnya menjaga sikap selama di negeri orang karena siswa membawa nama baik diri sendiri, keluarga, dan sekolah. Speech dari Ms. Aini ditutup dengan ajakan doa bersama untuk kelima siswa.
Agenda berikutnya adalah ceremonial of handing over from Principal to teacher guide and student’s representative. Kelima siswa memasuki hall diiringi suara musik dan dua siswa yang membawa bendera GIS dan Indonesia. Selembar kain nusantara melilit di pinggang.

Perlahan, mereka melangkah menaiki panggung dan berjajar rapi bersama Ms. Naafi. Di panggung, Ms. Aini menyematkan topi kepada setiap siswa sebagai simbol dimulainya perjalanan baru yang akan segera mereka tempuh.
Closing prayer, performance berupa tarian dari kelima siswa, dan photo session menjadi penutup dari rangkaian acara Leaving Ceremony di Primary. Momen tersebut menutup acara dengan penuh kebersamaan dan meninggalkan kesan hangat bagi seluruh hadirin.
Medley Nusantara yang Mengantarkan Langkah Menuju Dunia
Sementara itu, JHS GIS 3 Jogja mengundang seluruh siswa, mulai dari grade 7–9 untuk turut hadir dalam Leaving Ceremony. Ada 16 siswa dari grade 7 dan 8 yang akan berpartisipasi dalam Edutrip kali ini.

Di JHS, ke-16 siswa partisipan Edutrip mengenakan pakaian bercorak Indonesia, mulai dari kebaya sampai kain dan baju batik. Penggunaan pakaian ini menjadi simbol bahwa perasaan cinta terhadap Indonesia tetap dirawat, meskipun mereka akan pergi ke luar tanah air.
Agenda handing over di JHS berlangsung dalam suasana yang khidmat, diiringi dengan senyum bangga dan bahagia, baik dari siswa, guru, maupun orang tua. Topi-topi berwarna biru disematkan ke kepala siswa dan Ms. Ai sebagai guru pendamping. Pada saat yang sama, ponsel-ponsel orang tua mengabadikan momen membanggakan tersebut.
Selanjutnya, adalah closing prayer yang dibacakan oleh Farel. Berdiri di podium, Farel memimpin doa untuk memohon keselamatan bagi teman-teman yang akan berangkat dan harapan agar pengalaman serta ilmu yang diperoleh bisa memberi manfaat bagi sekitar.

Leaving Ceremony di JHS ditutup oleh performance Medley Nusantara yang memukau dari ke-16 siswa. Seketika hall tersebut diisi oleh merdu suara penyanyi yang membawakan lagu-lagu daerah, tarian lincah para penari, dan getar suara angklung yang mengasyikkan.
Tepuk tangan yang meriah menjadi pertanda betapa performance tersebut telah menghidupkan suasana setelah sesi yang khidmat dan krusial berakhir. Foto bersama orang tua siswa menjadi akhir dari Leaving Ceremony JHS siang itu.
Dari Panggung Perpisahan Menuju Petualangan Global
Leaving Ceremony merupakan wujud apresiasi dan ungkapan kebanggaan sekolah terhadap siswa partisipan Edutrip. Dengan mengikuti Edutrip, mereka berani melangkah keluar zona nyaman dan belajar dari dunia yang lebih luas.

Edutrip sendiri menjadi satu agenda penting GIS 3 Jogja. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Ms. Aini.
“Edutrip ini bukan sekadar jalan-jalan, tapi proses belajar. Kalian akan lihat sekolah di luar negeri itu budayanya seperti apa, melatih conversation in English, dan belajar tanggung jawab serta kemandirian karena akan pergi jauh untuk waktu yang lama,” tutur beliau.
Leaving Ceremony ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat dan motivasi siswa, baik bagi peserta Edutrip agar semakin antusias belajar di ranah global, maupun bagi siswa lain untuk mulai mempersiapkan diri sejak sekarang. []

Ditulis oleh: Tim Humas GIS 3 Jogja

