Employee Development: Strengthening Faith and Character at GIS 3 Jogja

Yogyakarta – Dalam rangka penguatan keimanan para guru dan tenaga kependidikan (tendik), Bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) Global Islamic School 3 Yogyakarta (GIS 3 Jogja) menyelenggarakan kegiatan pembinaan yang dilaksanakan secara rutin setiap bulan.

Pada kesempatan kali ini, kegiatan pembinaan mengangkat tema “Memaknai Solat, Memaknai Hidup”. Ditemani Ustaz Kiki Fardiansyah Wijaya, guru dan tendik bersama-sama belajar tentang makna doa iftitah sampai hakikat ibadah. 

Menelaah Makna dan Hakikat Ibadah Solat

Mengakhiri segala kesibukan kerja selama satu minggu, guru dan tendik GIS 3 Jogja berkumpul di Basement Hall Primary pada hari Jumat, 7 Agustus 2026 pukul 15.00 WIB untuk mengikuti pembinaan.

Para pendidik dan tendik GIS 3 Jogja mengikuti Pembinaan Karyawan di Basement Hall Primary
Para pendidik dan tendik GIS 3 Jogja mengikuti Pembinaan Karyawan di Basement Hall Primary (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Setelah para karyawan menduduki tempat-tempat yang tersedia, kegiatan pun dimulai. Ustaz Kiki mengawali ceramahnya dengan menguak suatu data yang menyatakan bahwa sebagian besar orang Indonesia masih jarang menunaikan kewajiban solat. Padahal, solat, terutama yang dijalankan di awal waktu, adalah ibadah yang paling utama.

Hal di atas–jarang mengerjakan solat–dapat terjadi karena adanya tiga godaan kesalehan. Pertama, ialah kekhawatiran tentang rezeki. Ustaz Kiki mencontohkan orang-orang yang kerap terlalu sibuk dengan pekerjaannya sehingga meninggalkan solat. 

Selain itu, ketidakridaan terhadap takdir Allah SWT. dan ketidaksabaran terhadap musibah juga sering menjadi alasan seseorang tidak menjalankan solat. Kesukaran yang terjadi dianggap sebagai bencana, bukan cobaan yang harus dihadapi dengan hati lapang dan kekuatan doa.

Ustaz Kiki sebagai pemateri pada kegiatan Pembinaan Karyawan
Ustaz Kiki sebagai pemateri pada kegiatan Pembinaan Karyawan (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Berikutnya, Ustaz Kiki mengajak seluruh guru dan tendik untuk meresapi makna doa iftitah. Dari penyampaian beliau, dipahami bahwa doa iftitah memiliki makna mendalam tentang keikhlasan, mencakup ikhlas karena Allah, ikhlas untuk Allah, dan ikhlas atas milik Allah.

Beliau turut menjelaskan tentang arti di balik lafal ta’awudz atau isti’adzah. Lafal yang diucapkan di setiap rakaat pertama solat itu mengandung permohonan kepada Allah swt. untuk berlindung dari godaan setan. 

Terakhir, Ustaz Kiki menjelaskan enam tipu daya setan yang harus kita hindari, yaitu kekufuran, tergesa-gesa, menunda-nunda, riya’/sum’ah, ujub (rasa bangga yang berlebihan terhadap diri sendiri/angkuh), dan fatalistik.

Potret seorang pendidik yang tampak serius memerhatikan pembicara di depan
Potret seorang pendidik yang tampak serius memerhatikan pembicara di depan (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Di sela-sela penyampaian materi, Ustaz Kiki sering menyelipkan kisah nyata yang dialaminya, membuat para guru dan tendik semakin memahami dan merasa relate dengan materi yang dijabarkan. 

Gaya penyampaian beliau yang menyenangkan dan sisipan lelucon yang mengundang tawa berhasil menghidupkan suasana selama pembinaan menjadi tidak membosankan hingga tak terasa, waktu telah menunjukkan pukul 16.30 WIB. 

Menumbuhkan Pemahaman Keislaman, Meningkatkan Kualitas Pendidik

GIS 3 Jogja mengusung empat pilar pendidikan yang khas, salah satunya adalah Pilar Keislaman. Bukan hanya diterapkan dalam pembelajaran terhadap siswa, pilar tersebut juga harus diamalkan oleh para guru dan tendik.

Potret para pendidik dan tendik dalam kegiatan pembinaan
Potret para pendidik dan tendik dalam kegiatan pembinaan (Dokumentasi Tim Humas GIS 3 Jogja)

Kegiatan pembinaan menjadi satu langkah nyata yang ditempuh untuk memperdalam pemahaman dan menambah wawasan para guru dan tendik tentang agama Islam. Dengan pemahaman agama yang matang, diharapkan mereka mampu menerapkan ilmunya secara tepat demi membangun pendidikan yang berkualitas. []

Ditulis oleh: Tim Humas GIS 3 Jogja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *