Yogyakarta – Kali ini, Global Islamic School 3 Yogyakarta (GIS 3 Jogja) akan memberikan suatu pengalaman baru yang berbeda, yaitu Educational Trip (Edutrip) untuk 21 orang siswa Primary dan Junior High School (JHS).
Kegiatan Edutrip yang sukses diselenggarakan pada Senin–Sabtu, 13–18 April 2026 ini mengajak siswa menyambangi dan mengeksplorasi sejumlah destinasi di dua negara tetangga Asia Tenggara, yaitu Malaysia dan Singapura.
Melintasi Batas: Jejak Petualangan dari Kuala Lumpur hingga Negeri Singa
Program Edutrip diawali dengan Leaving Ceremony pada Jumat, 10 April 2025, pukul 07.30 WIB. Agenda ini merupakan “penyerahan” siswa dari kepala sekolah kepada guru pendamping serta speech dan doa bersama untuk kelancaran dan keselamatan siswa.

Senin, 13 April 2026, hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. Dari Yogyakarta International Airport (YIA), ke-21 siswa menempuh perjalanan selama 3,5 jam dengan pesawat terbang sampai ke Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur di Malaysia.
Sesampainya di Malaysia, siswa diajak mengeksplor Putrajaya, sebuah kota di Malaysia yang menjadi pusat administrasi pemerintahan. Rasa lelah selepas perjalanan panjang luruh seketika, berganti dengan semangat untuk menjelajahi tempat baru.
Sebelum check in ke hotel dan beristirahat, terlebih dulu mereka makan malam, mengunjungi KLCC Twin Tower, dan menikmati pertunjukkan air mancur di Symphony Lake Water Show yang memukau.

Hari kedua diisi dengan English Immersion melalui kunjungan ke Brainy Bunch International School and Petrosains. Di Brainy Bunch, interaksi langsung dengan warga sekolah membantu siswa membangun kepercayaan diri sekaligus mengasah kemampuan bahasa Inggris mereka.
Keesokan harinya, siswa turut merasakan suasana pembelajaran di Brainy Bunch. Mereka kemudian mempersembahkan penampilan dan menutup kegiatan melalui closing ceremony sebagai pertanda berakhirnya rangkaian kegiatan di sekolah tersebut,
Menjelang akhir perjalanan di Malaysia, siswa mencoba pengalaman menaiki LRT menuju Central Market, tempat mereka dapat menjelajahi dan menikmati beragam produk lokal. Momen ini menjadi penutup yang berkesan dan menyenangkan.

Negeri Singa, Singapura, mulai dijelajahi di hari keempat. Universal Studios Singapore (USS) menjadi destinasi pertama yang menghadirkan kebahagiaan bagi para siswa. Puas bermain, perjalanan berlanjut ke Sultan Mosque dan Merlion, destinasi ikonik negara ini.
English Immersion kembali diselenggarakan di hari kelima. One World International School menjadi tempat pelaksanaannya. Didampingi guru sekolah tersebut, siswa berkeliling serta melakukan aktivitas berkelompok yang menyenangkan dan membantu meningkatkan kekompakan mereka.
Pemberhentian terakhir Edutrip ini adalah ArtScience Museum, sebuah immersive exhibition yang memadukan seni, sains, dan teknologi. Antusiasme memenuhi diri ketika mereka memasuki area pameran bertajuk Future World.

Future World mempertemukan siswa dengan berbagai karya seni interaktif, seperti A Table Where Little People Live dan Aerial Climbing. Interaksi langsung dengan karya seni membuat siswa merasa menjadi bagian dari karya tersebut.
Usai eksplorasi di kedua negara selesai, mereka kembali ke tanah air pada Sabtu, 18 April 2026 dari Singapura. Pesawat terbang yang mereka tumpangi mendarat dengan selamat di YIA setelah perjalanan yang memakan waktu sekitar 1 jam 25 menit.
Catatan Kecil Sang Penjelajah
Tak ketinggalan, siswa diminta untuk mendokumentasikan perjalanannya. Mereka diberi tugas yang bukan hanya seru, tetapi juga meningkatkan daya kreativitas, yaitu membuat travel journal berisi foto dan tulisan tentang tempat-tempat yang disinggahi.

Bepergian ke tempat baru, tidak lengkap rasanya kalau belum mengenal kehidupan lokal secara lebih dalam. Di sini, siswa diberi tugas untuk melakukan wawancara dengan warga lokal untuk mengulik lokalitas budaya dan kehidupan masyarakat setempat.
Tugas-tugas yang diberikan membuat siswa bisa pulang membawa sesuatu yang baru, mulai dari kenangan dari setiap destinasi sampai pengetahuan tentang warna-warni kehidupan lokal sehingga perspektif mereka menjadi lebih luas.
Rangkaian panjang kegiatan Edutrip ditutup dengan presentasi berkelompok pada tanggal 30 April 2026 untuk Primary dan 13 Mei 2026 untuk JHS. Selain itu, siswa yang ikut dalam kegiatan ini diharapkan bisa berpartisipasi dalam school exhibitions untuk meningkatkan school exposure.

Menjelajah, Memahami, Bertumbuh: Pengalaman Edutrip yang Membentuk Karakter
Dengan Edutrip, pembelajaran tidak lagi terbatas pada ruang kelas. Siswa bisa melangkah lebih jauh, menyaksikan dunia yang lebih luas dan kaya akan keberagaman. Dari sini, mereka belajar cara menghormati individu dan budaya lokal.
Pengalaman nyata yang mereka alami bukan hanya membekali mereka dengan segenggam pengetahuan, tetapi juga pemahaman mendalam soal budaya yang dapat membuka cara pandang siswa supaya lebih global dan inklusif.
Berada jauh dari orang tua dalam jangka waktu yang cukup lama memberi kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan dirinya. Selama perjalanan, mereka belajar menjadi lebih mandiri, berani, dan bertanggung jawab.

GIS 3 Jogja selalu berupaya memberi pengalaman belajar yang optimal bagi para siswa. Dengan demikian, siswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga paham bagaimana mengaplikasikan teori tersebut di kehidupan nyata. []
Ditulis oleh: Tim Humas GIS 3 Jogja

