Yogyakarta – Rabu, 11 Maret 2026 menjadi hari terakhir para pendidik dan tenaga kependidikan (tendik) bekerja sebelum libur panjang Hari Raya Idul Fitri. Perguruan Global Islamic School 3 Yogyakarta (GIS 3 Jogja) menutup temu terakhir ini dengan menciptakan satu momen hangat melalui acara Iftar Jama’i.
Acara ini dihadiri oleh seluruh pendidik serta tendik GIS 3 Jogja. Kian meramaikan suasana, keluarga besar yayasan ikut diundang dan hadir dalam momen kebersamaan ini. Mengambil tempat di basemen Primary, acara Iftar Jama’i digelar pukul 15.00–19.15 WIB.
Satu Senja yang Hangat di GIS 3 Jogja
Sejak pukul 14.30 WIB, para pendidik dan tendik sudah mulai memasuki area musala dan basemen Primary. Setelah memilih tempat yang nyaman, mereka tampak asyik berbincang dengan teman di kanan kirinya.

Sementara itu, di panggung, enam orang pendidik dan tendik menyuguhkan penampilan yang memukau melalui senandung lagu-lagu bernuansa islami. Suara lembut para vokalis terdengar memecah keheningan sembari menunggu azan Asar dikumandangkan.
Pukul 15.00 WIB, muazin melantunkan azan dengan suaranya yang begitu merdu. Tanpa menunggu lama, pendidik dan tendik segera mengambil wudu dan mengenakan pakaian salatnya. Salat Asar pun terlaksana dengan khusyuk, memunculkan kesan damai dan tenteram di awal acara.
Seusai salat, para tamu undangan mulai berdatangan memasuki basemen. Ketika seluruh tamu sudah duduk manis di lokasi acara, barulah Pembina Yayasan dipersilakan untuk menyampaikan sepatah dua patah kata sambutan.

Ustaz Ahmad menjadi pengisi acara berikutnya yang menemani para peserta Iftar Jama’i. Beliau menyampaikan ceramah dan nasihat penting bagi para umat Islam: puasa dan jangan lupa mendirikan salat, meski di tengah padatnya aktivitas sehari-hari. Sesekali, beliau berpantun dan bernyanyi untuk meningkatkan antusiasme seluruh peserta.
Sesi bersama ustaz ditutup dengan doa bersama. Suasana berubah menjadi sunyi. Tangan-tengan menengadah, kepala-kepala menunduk, seolah setiap orang di sana tenggelam dalam doa yang dipanjatkan kepada Allah swt..
Ketika jam menunjukkan pukul 17.57 WIB, azan Magrib mulai berkumandang, menjadi pertanda waktu berbuka puasa telah tiba. Takjil berisi air mineral, kurma, dan snack ringan lain menjadi hidangan pembuka yang mengisi perut-perut yang kosong sejak pagi.

Selepas menyantap takjil, para peserta diajak menjalankan ibadah salat Magrib berjemaah terlebih dahulu. Saf-saf segera terbentuk, tampak memenuhi area musala dan basemen sekolah. Ibadah pun berlangsung dengan tertib dan khusyuk.
Usai menunaikan salat, peserta diarahkan untuk mengambil makanan berat. Nasi dan lauk pauk pelengkapnya telah ditata rapi di area lapangan. Begitu juga stall siomay, bakso, dan es krim. Seluruh menu yang tersaji siap memenuhi perut kosong para peserta Iftar Jama’i.
Masing-masing peserta memilih hidangan yang paling menggugah selera. Mereka kemudian duduk bersama teman-temannya, menikmati makan sambil bercengkerama kecil-kecilan. Makanan sering kali menjadi ‘alat’ yang bisa memperkuat hubungan dan kebersamaan. Maka atmosfer kehangatan pun menguar dari kebersamaan yang tercipta di momen ini.

Memeriahkan suasana, para guru menampilkan persembahan di sela-sela agenda makan bersama. Nyanyian indah dari guru JHS dan permainan angklung yang mengesankan dari guru-guru PG-K menemani setiap suapan yang dinikmati para peserta acara.
Waktu bergerak maju, malam pun kian larut. Sekitar pukul 19.10 WIB, pimpinan yayasan, pendidik, dan tendik menutup rangkaian acara dengan musafahah atau berjabat tangan. Para peserta mengitari ruangan, membentuk lingkaran, menyalami setiap tangan yang terulur sambil mengucapkan, “Mohon maaf lahir dan batin,” dengan tulus.
Bersamaan dengan berakhirnya musafahah, acara Iftar Jama’i 1447 H pun selesai pula. Malam ini, para pendidik dan tendik pulang dengan hati yang bersih, senyum yang penuh kelegaan, dan membawa memori akan kebersamaan yang bermakna.

Ketika Iftar Jama’i Menjadi Ruang Kebersamaan
Iftar Jama’i merupakan suatu momen penting bagi seluruh warga GIS 3 Jogja. Bukan sekadar buka bersama yang selalu diadakan setiap bulan Ramadan tiba, Iftar Jama’i adalah ruang yang menguatkan hubungan antarwarga sekolah.
Melalui acara ini, GIS 3 Jogja membangun ekosistem kerja yang positif, harmonis, dan inklusif di dunia pendidikan. Diharapkan, kebersamaan yang terjalin bisa terus tumbuh dan memperkuat lingkungan belajar di GIS 3 Jogja. []
Ditulis oleh: Tim Humas GIS 3 Jogja

