Yogyakarta – Tahun ini, musim kemarau di Indonesia berlangsung lebih lama. Hujan yang dinanti-nanti belum juga turun. Maka dari itu, Global Islamic School 3 Yogyakarta (GIS 3 Jogja) menggelar salat Istisqa atau salat minta hujan pada hari Jumat, 16 Oktober 2026.
Pagi-pagi, seluruh murid, guru, dan tenaga kependidikan (tendik) telah membasuh diri dengan air wudu dan menyiapkan alat salatnya. Dibimbing guru kelas masing-masing, anak-anak berjalan tertib ke tempat pelaksanaan salat.
Unit Primary dan Junior High (JH) mendirikan salat bersama di lapangan futsal pada pukul 07.15 WIB. Sedikit berbeda dari murid-murid unit lain, adik-adik Playgroup-Kindergarten (PG-K) menggelar salat di musalanya sendiri pukul 08.15 WIB.

Salat Istisqa: Menautkan Harapan dalam Doa
Sesampainya di lokasi salat, anak-anak menempatkan diri di tempat yang telah ditentukan. Para guru tampak sigap membantu mengarahkan dan menertibkan mereka. Ketika situasi sudah kondusif, salat Istisqa dimulai.
Keheningan pun meliputi GIS 3 Jogja, yang terdengar hanya lantunan merdu bacaan salat imam. Semua jemaah tenggelam dalam penghayatan setiap bacaan dan gerakan salat. Di tengah penghayatan itu, doa-doa dipanjatkan dengan penuh harap agar hujan lekas turun.
Dipimpin Mr. Ikhsan (guru Pendidikan Agama Islam (PAI) JHS) di lapangan futsal dan Mr. Yushfi (guru PAI grade 2B) di musala PG-K, salat Istisqa berlangsung dengan lancar, khusyuk, dan penuh khidmat tanpa hambatan.

Khotbah yang disampaikan imam melatih anak-anak untuk belajar mendengar, menyimak, dan memetik pelajaran dari setiap nasihat. Meski singkat, khotbah tersebut sarat akan makna tentang pentingnya memohon pertolongan Allah swt. dan bahwa hujan adalah rahmat.
Menjelang pukul 08.00 WIB, satu demi satu anak beranjak dari tempat salat setelah selesai mengamini doa-doa yang dipanjatkan. Bacaan surah pendek mengiringi langkah anak-anak saat kembali ke kelas untuk melanjutkan aktivitas.
Memetik Pelajaran dari Penantian Hujan
Bisa jadi, anak-anak belum sepenuhnya paham tentang apa itu kemarau berkepanjangan dan kenapa kita sangat menantikan turunnya hujan. Namun, harapannya, salat Istisqa tadi dapat memberi setitik wawasan kepada anak.

Di samping itu, lewat salat Istisqa, anak-anak juga belajar bahwa Allah Swt. adalah tempat kita memohon pertolongan. Sembari menanti pertolongan-Nya, kita diajarkan untuk bersabar, sebagaimana dalam menghadapi cuaca panas belakangan ini.
Pelaksanaan salat Istisqa menjadi bukti bagaimana GIS 3 Jogja menjunjung dan melibatkan nilai-nilai Islam dalam pembelajaran dan keseharian. Melalui kegiatan dalam Pilar Keislaman ini, diharapkan anak-anak tumbuh dengan keimanan di dirinya. []
Ditulis oleh: Tim Humas GIS 3 Jogja

