Yogyakarta – Hari Kamis, 17 September 2026, parents siswa-siswi Global Islamic School 3 Yogyakarta (GIS 3 Jogja)—yang tergabung dalam kelompok Kajian Madhia—telah sukses menyelenggarakan kajian. Kajian kali ini lebih spesial dari biasanya karena sekaligus memperingati hari jadi kelompok kajian ini
Dilaksanakan di Hall lantai 3 Primary, kegiatan ini terbuka untuk umum dan berlangsung sejak pukul 08.30–11.00 WIB. Ruangan itu tampak begitu padat, menandakan tingginya antusiasme parents dalam mengikuti kegiatan.
Perayaan milad Kajian Madhia menjadi kian istimewa dengan kehadiran Ustaz Subki Al-Bughury, seorang pendakwah yang kiprahnya tak perlu diragukan lagi. Tema “Ternyata Kita Belum Benar-Benar Lahir” terasa sangat reflektif. Bukan tentang kelahiran secara fisik, tetapi kelahiran batin sebagai manusia yang sadar akan hidup dan Tuhannya.

Sedari pagi, parents telah berdatangan ke gedung Primary. Mereka langsung diarahkan ke Hall di lantai 3 untuk melakukan registrasi dan mencari tempat duduk yang nyaman agar kerasan selama jalannya kegiatan.
Sekitar pukul 08.30 WIB, ustaz yang dinanti-nanti pun tiba. Sapaan dan senyum ramah melekat sejak pertama kali beliau memasuki hall. Kajian segera dibuka dengan ucapan salam dan lantunan doa singkat.
Secara umum, Ustaz Subki menegaskan tentang pentingnya ketaatan beribadah, mulai dari salat sampai puasa, dan mengenal diri. Dalam beribadah, yang terpenting bukan seberapa lama kita melakukannya, melainkan seberapa sering kita mendekatkan diri kepada-Nya.

Beliau juga mengingatkan betapa kita, manusia, adalah sosok yang penuh kelemahan. Oleh karena itu, kita harus senantiasa memanjatkan doa dan melakukan hal-hal baik agar tidak ‘kehilangan’ Tuhan.
Di sini, Ustaz Subki berusaha menyampaikan satu pesan penting: Kita berdoa bukan untuk Allah SWT., melainkan untuk diri kita sendiri. Beliau menuturkan, “Allah itu Maha Kaya, tidak minta ini-itu.” Manusia lah sosok yang membutuhkan dan selalu meminta, maka apapun yang terjadi, kita harus menjadi hamba yang saleh.
Pembawaan ustaz yang cenderung santai dan menyenangkan sering kali membuat gelak tawa menggema di seisi ruangan. Kutipan ayat dan hadits sampai pengalaman pribadi yang relevan pun diceritakan sebagai pendukung materi sekaligus pembangun suasana. Alhasil, audiens tidak merasa bosan dan justru menikmati momen kajian ini.

Sebagai ruang diskusi, dibuka sesi tanya jawab. Audiens bebas menanyakan permasalahan, keluh kesah, atau mengonfirmasi apapun yang mengganjal di hati mereka. Setiap pertanyaan dijawab dengan penuh kesabaran sehingga para penanya pulang dengan hati yang lebih lega.
Doa-doa yang dirapalkan Ustaz Subki menandai berakhirnya kajian pada hari itu. Keheningan pun tercipta. Tiap audiens menundukkan kepala, mengangkat kedua tangan, dan berdoa dengan khidmat kepada Tuhan. Di penghujung kegiatan, seluruh audiens dan pihak lain yang terlibat dipersilakan menikmati sajian soto yang telah disiapkan.
Kajian rutin yang diselenggarakan oleh kelompok Kajian Madhia ini merupakan suatu langkah positif untuk menuju kebaikan bersama. Tema yang beragam setiap bulannya membuat parents semakin kaya akan wawasan agama. Harapannya, kajian ini dapat terlaksana secara konsisten dan setiap pelaksanaannya membawa manfaat. []

Ditulis oleh: Tim Humas GIS 3 Jogja

